Kamis, 18 November 2010

OUTLINE (KERANGKA KARANGAN)

Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur dan teratur.

Manfaat dari kerangka karangan :

1. Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh dan terarah

2. untuk menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.

3. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.

4. Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih.

5. Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.

Pola susunan kerangka karangan

· Pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu berdasarkan urutan ruang, urutan waktu, dan urutan topik yang ada.

a. berdasar urutan waktu

b. berdasar urutan ruang

c. berdasar urutan topic yang ada

· Pola logis adalah unit-unit karangan berurutan sesuai pendekatan logika / pola pikir manusia.

Pola logis berdasarkan urutan :

a. klimaks- anti klimaks

b. umum- khusus

c. sebab- akibat

d. proses

Macam – macam kerangka karangan

· Berdasar Sifat Rinciannya:

1. Kerangka Karangan Sementara / Non-formal:

cukup terdiri atas dua tingkat, dengan alasan:

a) topiknya tidak kompleks

b) akan segera digarap

2. Kerangka Karangan Formal:

terdiri atas tiga tingkat, dengan alasan:

a) topiknya sangat kompleks

b) topiknya sederhana, tetapi tidak segera digarap

Cara kerjanya:

Rumuskan tema berupa tesis , kemudian pecah-pecah menjadi sub-ordinasi yang dikembangkan untuk menjelaskan gagasan utama. Tiap sub-ordinasi dapat dirinci lebih lanjut. Tesis yang dirinci minimal tiga tingkat sudah dapat disebut Kerangka Karangan Formal.

· Berdasar perumusan teksnya:
1) Kerangka Kalimat
2) Kerangka Topik
3) Gabungan antara Kerangka Kalimat dan Kerangka Topik

Syarat kerangka karangan yang baik :

1. Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas.

2. Tiap unit hanya mengandung satu gagasan. Bila satu unit terdapat lebih dari satu gagasan, maka unit tersebut harus dirinci.

3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide atau pikiran itu tergambar jelas.

4. Harus menggunakan simbol yang konsisten. Pada dasarnya untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan. kali ini kita coba tinjau terlebih dahulu langkah-langkah menyusun karangan satu per satu.

Sistem penomoran pada kerangka karangan

Ada 2 model / cara :

1. Sistem campuran huruf dan angka

I . Angka Romawi Besar untuk BAB

A. Huruf Romawi Besar untuk Sub Bab

1. Angka Arab besar

a. Huruf Romawi Kecil

i. Angka Romawi Kecil

(a) Huruf Romawi Kecil Berkurung

(1) Angka Arab Berkurung

2. Sistem angka Arab dengan digit

Sistem penomoran dengan angka arab mempergunakan sistem digital. Angka terakhir dalam sistem dijital tidak diberikan titik seperti 1.1 Latar Belakang Masalah, 3.2.2 Sejarah dan Perkembangan PT Telkom. Akan tetapi, bila satu angka diberi tanda titik seperti 1. Pendahuluan, 2. Landasan Teori dll. (dalam makalah). Apabila ada penomoran sistem dijital antara angka Arab dengan huruf, harus dicantumkan titik seperti 3.2.2.a. Sistem penomoran pada dasarnya mengikuti kaidah Ejaan yang Disempurnakan.

Sumber :

Finoza, Lamuddin.2008.Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa NonJurusan Bahasa.Jakarta : Diksi Insan Mulia.

http://www.google.com

Jumat, 12 November 2010

Pengobatan Diabetes dengan Susu Low Fat

Penelitian terbaru menyarankan agar mengonsumsi produk olahan susu dengan kadar lemak rendah (low fat), seperti smoothie yang dibuat dari yogurt rendah lemak. Tapi jangan juga lupa untuk melengkapinya dengan rutin berolahraga. Kesimpulan ini didapat dari 10 tahun penelitian yang dilakukan terhadap 3.000 responden. Kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Pertama adalah kelompok yang mengonsumsi berbagai jenis produk susu dan kelompok kedua tidak mengonsumsi olahan susu sama sekali. Hasilnya, kelompok pertama memiliki resistensi insulin 70 persen lebih rendah.

Resistensi insulin merupakan suatu kondisi dimana kepekaan hormon insulin mengalami penurunan dan membuat kadar gula darah kita tidak seimbang atau kelebihan gula darah. Umunya obesitas atau kegemukan, ditandai dengan meningkatnya resistensi insulin. “Semua kandungan dalam susu, seperti laktosa, protein, dan lemak berpotensi meningkatkan kadar gula,” ujar Mark A. Pereira, PhD, salah satu peneliti dari Harvard Medical School. Namun gula susu (laktosa) yang diubah menjadi gula darah diproses lebih lambat, sehingga baik untuk mengontrol kadar gula darah dan menurunkan tingkat insulin.

Protein dalam susu akan membantu menjaga kekebalan tubuh kita. Sedangkan kandungan lemaknya akan membuat kita juga merasa terpuaskan. Nikmati juga nutrisi lain dari produk-produk olahan susu yang juga bermanfaat, seperti kalsium, magnesium, dan potasium.

Perangi diabetes dengan :

· Mengonsumsi 2 porsi susu rendah lemak setiap hari. Setiap porsi akan memotong resistensi insuli yang berlebih hingga 20%.

· Lakukan penukaran. Pilihlah produk-produk olahan susu, ketimbang camilan berkarbohidrat tinggi dan rendah serat, seperti minuman bersoda, permen, atau makanan cepat saji.

· Dampingi susu dengan buah, sayur dan gandum utuh. Kita bisa menambahkan potong buah segar di dalam yogurt saat sarapan. Atau melelehkan keju rendah lemak di atas roti gandum utuh.

Sumber : Kompas

Kamis, 11 November 2010

Kacang Hijau Sebagai Obat Demam

Kacang hijau justru tak terpengaruh oleh panas. Selain mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya, kacang hijau juga bisa membantu menyembuhkan penyakit.

Kacang hijau merupakan sumber protein nabati, vitamin (A, B1, dan C), serta beberapa mineral. Kelebihan kacang hijau adalah kecambahnya (tauge) mengandung vitamin E yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai. Menurut Ir I.G.A. Ari Agung M., dosen Program Studi Teknologi Pangan dan Gizi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, kandungan gizi yang terdapat dalam 110 gram kacang hijau antara lain, 345 kalori, 22,2 gram protein, 1,2 gram lemak, dan sisanya berupa vitamin A, B1, 1,157 IU, mineral fosfor, zat besi, dan mangan.

Berbagai penyakit maupun gangguan yang bisa diatasi dengan mengasup kacang hijau antara lain beri-beri, radang ginjal, melancarkan pencernaan, tekanan darah tinggi, keracunan alkohol, pestisida, timah hitam, mengurangi gatal karena biang keringat, muntaber, menguatkan fungsi limpa dan lambung, impotensi, TBC paru-paru, jerawat, mengatasi flek hitam di wajah, dan lain-lain.

Selain itu, kacang hijau juga bisa menurunkan demam. Bahkan menurut hasil penelitian, kacang hijau adalah penurun demam terbaik bila dibandingkan dengan ramuan tradisional lainnya. Hebatnya lagi, biar direbus lama, sampai hancur, kacang hijau tetap berkhasiat, tidak terpengaruh dengan panas. Berbeda dengan kacang, sayur, buah, dan bahan ramuan tradisional lainnya yang bila direbus terlalu lama, akan menurunkan khasiat pengobatannya.

Aneka Ramuan Kacang Hijau Ada banyak macam penyakit yang bisa dibantu penyembuhannya dengan mengasup kacang hijau. Berikut ini beberapa ramuan kacang hijau yang bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Dari berbagai sumber ramuan-ramuan ini diambil, salah satunya dari Drs. Didik Gunawan, Apt. S.U., dosen pada Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sumber : Kompas

Senin, 01 November 2010

TEMA, TOPIK DAN JUDUL

TEMA

Tema berasal dari bahasa Yunani “thithenai”, berarti sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan. Tema merupakan amanat utama yang disampaikan oleh penulis melalui karangannya. Tema adalah sesuatu yang melatarbelakangi dan mendorong seseorang menuliskan karangannya. Penetapan tema sebelum mulai mengarang sangat penting sebagai pedoman untuk menulis karangan secara teratur dan jelas sehingga isi karangan tidak menyimpang dari tujuan yang ditetapkan penulis.Tema ini yang akan menentukan arah tulisan atau tujuan dari penulisan artikel itu.

Tema pendek umumnya berbentuk kata atau frasa, misalnya suatu film bertema perjuangan, bertema kesenjangan sosial. Tema yang panjang biasanya berbentuk kalimat inverse, misalnya Melalui Kepedulian Sosial kita Gencarkan GNOTA.

Syarat sebuah tema:

1. Tema harus menarik perhatian penulis.
2.
Tema harus diketahui/dipahami penulis.
3.
Tema harus Bermanfaat.
4.
Tema yang dipilih harus berada disekitar kita.
5.
Tema yang dipilih harus yang menarik.
6.
Tema yang dipilih ruang lingkup sempit dan terbatas.
7.
Tema yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif.
8.
Tema yang dipilih harus memiliki sumber acuan.

Unsur-unsur tema :

1. Alur cerita

2. Penokohan

3. Latar

TOPIK

Topik berasal dari bahasa Yunani yaitu “Topoi” yang berati tempat dalam tulis menulis,pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan. Topik merupakan salah satu unsur yang penting dalam percakapan.

Syarat sebuah topic yang baik :

1. menarik untuk ditulis dan dibaca

2. dikuasai dengan baik oleh penulis minimal prinsip-prinsip ilmiah

Pembatasan sebuah topik mencangkup konsep, variabel, data, lokasi atau lembaga dan waktu pengumpulan data. Contoh pembatasan topik: “upaya pengembangan bibit unggul di kalangan petani”.

JUDUL

Judul adalah sebuah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku,atau kepala berita. Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul merupakan lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.

Syarat penulisan judul :

1. Harus bebentuk frasa.
2.
Tanpa ada singkatan atau akronim.
3.
Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi.
4.
Tanpa tanda baca di akhir judul karangan.
5.
Menarik perhatian.
6.
Logis.
7.
Sesuai dengan isi.

8. Judul harus:.asli,relevan,provakitif,singkat .

Judul terbagi atas dua yaitu :

· Judul langsung

Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.

· Judul tak langsung

Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.

Fungsi judul :

1. Merupakan identitas/cermin dari jiwa seluruh karya tulis

2. Temanya menjelaskan diri dan menarik sehingga mengundang orang untuk membacanya atau untuk mempelajari isinya.

3. Merupakan gambaran global tentang arah, maksud, tujuan, dan ruang lingkupnya.

4. Relevan dengan isi seluruh naskah, masalah maksud,dan tujunnya.

Sumber :

Hs, Widjono. 2008. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.

Finoza, Lamuddin.2008.Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa NonJurusan Bahasa.Jakarta : Diksi Insan Mulia.

Sabtu, 23 Oktober 2010

PARAGRAF / ALINEA

Alenia atau paragraf adalah karangan yang pendek / singkat yang berisi sebuah pikiran dan didukung himpunan kalimat yang saling berhubungan untuk membentuk satu gagasan. Dalam membuat alinea yang perlu diperhatikan adalah adanya kesatuan dan kepaduan dari beberapa kalimat. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam alinea membicarakan satu gagasan. Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam alinea saling berkaitan mendukung gagasan tunggal alinea. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat.

Karangan singkat yang terdiri atas satu alinea dapat dikembangkan menjadi karangan panjang yang terdiri atas beberapa alinea. Dengan pengembangan itu ide karangan semakin meluas. Demikian peranan alinea dalam membangun karangan.

Syarat- Syarat Alinea

· Adanya Kesatuan

Sebuah alinea dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam alinea membicarakan satu ide pokok. Apabila dalam sebuah alinea terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang dibicarakan, berarti alinea tersebut memiliki lebih dari satu ide.

Contoh Alinea :

Pekerjaan saya sehari-hari adalah guru bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia tidak hanya diajarkan di Indonesia, tetapi juga dimancanegara termasuk Amerika. Pernah terlintas di benak saya, suatu hari nanti mungkin saya akan menjadi guru bahasa Indonesia di Amerika.

Pekerjaan sehari-hari Clinton adlah Presiden Amerika. Jabatan itu diperolehnya melalui perjuangan yang gigih. Clinton termasuk Presiden Amerika yang popular.

Amerika adalah Negara kaya. Di Amerika perkembangan ilmu pengetahuan maju pesat. Di sana, semua bahasa yang besar termasuk bahasa Indonesia dipelajari untuk kepentingan politik Amerika.

· Adanya Kepaduan

Kepaduan kalimat akan terwujud jika aliran kalimat dalam alinea berjalan mulus dan lancer serta logis. Selain dengan repetisi dan kata ganti, kepaduan dapat dijalin dengan kata atau frasa penghubung.

Contoh Alinea :

Salah satu presiden yang unik dan nyentrik di dunia ini adlah Abdurrahman Wahid. Beliau dapat terpilih menjadi presiden walaupun mempunyai penglihatan yang tidak sempurna. Presiden ke-4 Republik Indonesia ini diawal masa jabatannya terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri sehingga mengundang kritik pedas terutama dari lawan politiknya. Kyai dari Jawa timur ini juga sering mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dan inkonsisten. Akibatnya, mantan ketua PBNU ini sering diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Namun, Gus Dur tetap pada prinsipnya dan tidak bergening menghadapi semua itu.

Kepaduan dalam kalimat dapat dibangun dengan memperhatikan :

1. Unsur kebahasaan

· Repetisi

Pengulangan kata- kata yang cukup penting atau menjadi topic pembahasan.

· Kata ganti

Kata yang dipakai untuk mengganti subyek pembicara

a. kata ganti orang pertama (I) : aku, saya, ku,

b. kata ganti orang kedua (II) : kamu, mu, kamu sekalian,

c. kata ganti orang ketiga (III) : Anda, Dia, Beliau, mereka, nya.

· Kata transisi : kata yang berada di antara kata ganti dan kata repetisi.

Macam-macam kata transisi :

a. berhubungan dengan pertambahan;

b. berhubungan dengan perbandingan;

c. berhubungan dengan pertentangan;

d. berhubungan dengan tempat;

e. berhubungan dengan tujuan;

f. berhubungan dengan waktu;

g. berhubungan dengan singkatan.

2. Perincian dan urutan isi paragraf :

a. urutan waktu

b. urutan logis

c. urutan ruang

d. urutan proses

e. sudut pandangan/ point of view

Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun alinea pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu :

1. Kalimat Topik/kalimat pokok

Kalimat topik adalah kalimat yang berisi ide pokok atau ide utama alinea.

Ciri kalimat topik :

o Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri

o Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut

o Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain

o Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi

2. Kalimat Penjelas/kalimat pendukung

Kalimat penjelas adalah kalimat yang berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama kalimat.

Ciri kalimat penjelas :

o Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti)

o Arti kalimat kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea

o Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi

o Isinya berupa rincian, keterangan, contoh dan data tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topik

Macam – Macam Paragraf

· Menurut posisi kalimat topiknya

1. Paragraf Deduktif

Paragraf dimana kalimat topik ditempatkan pada awal paragraf , lalu menyusul uraian atau rincian permasalahan paragraf.

Contoh :

Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Oleh sebab itu, Indonesia kaya akan hasil laut, antara lain ikan dan mutiara. Selain itu, Indonesia juga kaya akan objek wisata maritim.

2. Paragraf Induktif

Paragraf dimana kalimat topik ditempatkan pada akhir paragraf. Kalimat penjelasan disajikan terlebih dahulu.

Contoh :

Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.

3. Paragraf Deduktif – Induktif

Paragraf dimana kalimat topik ditempatkan pada bagian awal dan akhir paragraf.

Contoh :

Buku merupakan sarana utama dalam mencari ilmu. Dengan buku orang bisa mengetahui ilmu dari berbagai belahan dunia. Dari buku pula kita bisa mendapat hiburan dan menambah pengalaman. Jelaslah bahwa buku sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.

4. Paragraf penuh kalimat topik

Paragraf yang mempunyai kalimat-kalimat yang sama pentingnya sehingga tidak satu pun kalimat yang bukan kalimat topik.

Contoh :

Matahari belum tinggi benar. Embun masih tampak berkilauan. Warna bunga menjadi sangat indah diterpa sinar matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Angin pun semilir terasa menyejukkan hati.

· Menurut Sifat Isinya

1. Paragraf Persuatif

Paragraf yang mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi atau mengajak pembaca.

Ciri-cirinya : adanya ajakan atau bujukan untuk berbuat sesuatu.

Contoh :

Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.

2. Paragraf Argumentatif

Paragraf yang membahas suatu masalah dengan bukti-bukti atau alas an yang mendukung..

Ciri-cirinya : ada pendapat dan ada alasan.

Contoh :

Menyetop bola dengan dada dan kaki dapat ia lakukan secara sempurna. Tembakan kaki kanan dan kiri tepat arahnya dan keras. Sundulan kepalanya sering memperdayakan kiper lawan. Bola seolah-olah menurut kehendaknya. Larinya cepat bagaikan kijang. Lawan sukar mengambil bola dari kakinya. Operan bolanya tepat dan terarah. Amin benar-benar pemain bola jempol.

3. Paragraf Naratif

Paragraf yang menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita.

Ciri-cirinya : ada kejadian, ada pelaku dan ada waktu kejadian.

Contohnya :

Kemudian mobil meluncur kembali, Nyonya Marta tampak bersandar lesu. Tangannya dibalut dan terikat ke leher. Mobil berhenti di depan rumah. Lalu bawahan suaminya beserta istri-istri mereka pada keluar rumah menyongsong. Tuan Hasan memapah istrinya yang sakit. Sementara bawahan Tuan Hasan saling berlomba menyambut kedatangan Nyonya Marta.

4. Paragraf Deskriptif

Paragraf yang melukiskan atau memerikan sesuatu.

Ciri-cirinya : ada objek yang digambarkan.

Contoh :

Gadis kecil itu. Ia selalu memandangi lautan yang biru. Gulungan riak-riak kecil tak membuatnya bergeming. Hembusan hawa pantai nan panas, tak membuat matanya beralih dari laut. Air pantai terus menyapu lembut kulit kakinya. Deburan suara ombak mengisiki telinganya. Hari itu langit tak berawan. Ia terus memandangi laut. Laut yang semakin biru sampai ambang cakrawala. Ia memandangi nelayan yang tengah menepi. Memandangi pulau kecil nan jauh diseberang sana. Ia benci laut ! gadis itu benci laut, karena disanalah kedua orang tuanya meninggal.

5. Paragraf Ekspositoris

Paragraf yang memaparkan suatu fakta atau kejadian tertentu.

Ciri-cirinya : adanya informasi.

Contoh :

Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen ,urni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

Sumber :

Finoza, Lamuddin.2008.Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa NonJurusan Bahasa.Jakarta : Diksi Insan Mulia.

http://main.man3malang.com/download//Pelajaran/Sastra_%28Indonesia,_Arab,_Inggris_dll%29/BI-pargrafpersuasif.pdf

http://kafeilmu.co.cc/2010/10/pengertian-paragraf-eksposisi-beserta-contoh

Selasa, 19 Oktober 2010

KALIMAT EFEKTIF

Kalimat efektif adalah kalimat yang memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran pendengar atau pembaca seperti gagasan yang ada pada pikiran pembicara atau penulis. Sehingga dalam penyampaian pesan dapat diterima dengan baik dan lebih mudah dimengerti..

Untuk mendapatkan kalimat yang efektif harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut :

  • Keterpaduan

Yang dimaksud dengan keterpaduan (koherensi) adalah terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentuk kalimat. Yang termasuk unsure pembentuk kalimat adalah kata, frasa, klausa, tanda baca, dan fungsi sintaks S-O-P-Pel-Ket.

Beberapa kriteria yang harus diperhatikan :

1. Kalimat tidak bertele-tele harus sistematis.

2. Kalimat yang padu menggunakan pola aspek –agen-verbal atau aspek-verbal-pasien.

· Surat itu sudah saya baca.

· Saya sudah membaca surat itu.

3. Diantara predikat kata kerja dan objek penderita tidak disisipkan kata daripada/ tentang.

· Buku itu menceritakan tentang raja-raja.

Contoh kalimat yang koheren :

o Setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi.

o Saya sudah menyarankan kepada mereka untuk merivisi anggaran proyek ini.

o Para petani mendapat keterangan tentang kelangkaan pupuk.

Contoh kalimat yang tidak koheren :

o Kepada setiap pengemudi mobil harus memiliki surat izin mengemudi.( Tidak memiliki subyek yang jelas)

o Yang saya sudah sarankan kepada mereka adalah merevisi anggaran itu proyek.(Terdapat kesalahan pada pemakaian kata dan frasa)

o Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan para petani. (unsure S-P-O tidak berkaitan erat)

  • Kepararelan

Yang dimaksud dengan kepararelan (kesejajaran) adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai didalam kalimat. Misalnya jika unsure pertama menggunakan verba, maka unsur kedua dan seterusnya juga harus menggunakan verba.

Contoh kalimat yang memiliki kesejajaran :

o Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, pembuatan catalog, dan pelabelan buku.

o Dalam rapat itu diputuskan tiga hal pokok, yaitu meningkatkan mutu produk, meninggikan frekuensi iklan, dan menggencarkan pemasaran.

Contoh kalimat yang tidak memiliki kesejajaran :

o Kegiatan di perpustakaan meliputi pembelian buku, membuat katalog, dan buku-buku diberi label.

o Dalam rapat diputuskan tiga hal pokok, yaitu peningkatan mutu produk, memperbanyak waktu penyiaran iklan, dan pemasaran yang lebih gencar.

  • Kehematan

Yang dimaksud dengan kehematan adalah adanya upaya menghindari pemakaian yang tidak perlu. Hemat disini berarti tidak memakai kata-kata mubazir, tidak mengulang subyek, tidak menjamakkan kata yang memang sudah berbentuk jamak.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan :

1. Menghilangkan pengulangan subyek yang sma pada anak kalimat.

· Jika penumpang berbeda namanya dengan tiket, penumpang batal berangkat.

· Jika berbeda namanya dengan tiket, penumpang batal berangkat.

2. Menghilangkan pemakaian superordinat pada hiponim kata.

Misal: Hari Minggu = Minggu

Warna Putih = Putih

Mobil Freed = Freed

· Pada hari Minggu, ayah baru membeli mobil freed warna putih.

Semua orang mengetahui bahwa Minggu adalah nama hari, jadi tidak perlu ditulis kembali kata hari. Begitu pula dengan mobil dan warna.

3. Menghindarkan kesinoniman kata dalam kalimat.

Contoh kalimat yang hemat :

o Dalam pertemuan yang dihadiri Wakil Gubernur DKI dilakukan perundingan perparkiran.

o Agar Anda dapat memperoleh nilai ujian yang baik, belajarlah sungguh-sungguh.

Contoh kalimat yang tidak hemat :

o Dalam pertemuan yang mana hadir Wakil Gubernur DKI dilakukan suatu perundingan yang membicarakan tentang perparkiran.

o Agar supaya Anda dapat memperoleh nilai ujian yang baik Anda harus belajar dengan sungguh-sungguh.

· Kelogisan

Yang dimaksud dengan kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis dan masuk akal.

Ada beberapa kriteria yang harus diperhatikan :

1. Kalimat aktif dan pasif harus jelas.

2. Subyek dan keterangan harus jelas.

3. Pengantar kalimat dan predikat harus jelas.

4. Induk kalimat dan anak kalimat harus jelas.

5. Subyek tidak ganda.

6. Predikat tidak didahului kata yang.

Contoh kalimat yang lemah dari segi logika berbahasa :

o Kambing sangat senang bermain hujan. (padahal kambing tergolong binatang antiair)

o Tumpukan uang itu terdiri atas pecahan ribuan, ratusan, sepuluh ribuan, lima puluh ribuan, dua puluh ribuan.(tidak runtut dalam merinci)

· Ketepatan

Yang dimaksud dengan ketepatan adalah kesesuaian/ kecocokan pemakaian unsur-unsur yang membangun suatu kalimat sehingga terbentuk pengertian yang bulat dan pasti.

Beberapa yang harus diperhatikan :

1. Pemakaian kata harus tepat.

2. Kata berpasangan harus sesuai.

3. Menghindari peniadaan preposisi.

Contoh kalimat yang tidak memperhatikan faktor ketepatan :

o Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sehingga petang.(salah dalam pemakaian kata sehingga)

o Manajer saya memang orangnya pintar. Dia juga bekerja dengan dedikasi tinggi terhadap perusahaan. Namun demikian, dia…(salah memakai frasa namun demikian)

Contoh kalimat yang memperhatikan faktor ketepatan :

o Karyawan teladan itu memang tekun bekerja dari pagi sampai petang.

o Manajer saya memang orangnya pintar. Dia juga bekerja dengan dedikasi tinggi terhadap perusahaan. Walaupun demikian, dia…

· Kesatuan

Yang dimaksud dengan kesatuan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat. Dengan satu ide kalimat bias panjang atau pendek, menggabungkan lebih dari satu unsure pilihan, bahkan dapat mempertentangkan unsur pilihan yang satu dan yang lainnya.

Contoh kalimat yang tidak jelas kesatuan gagasannya :

Pembangunan gedung sekolah baru pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberikan kredit.(terdapat subjek ganda dalam kalimat tunggal)

Contoh kalimat yang jelas kesatuan gagasannya :

Pihak yayasan dibantu oleh bank yang memberikan kredit untuk membangun gedung sekolah baru.

· Kecermatan

Yang dimaksud kecermatan adalah kalimat yang dihasilkan tidak menimbulkan tafsir ganda dan harus tepat diksinya. Prinsip kecermatan berarti cermat dan tepat menggunakan diksi. Agar tercapai kecermatan dan ketepatan diksi, harus memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini:

1. Hindari penanggalan awalan

Contoh :

o Saya keberatan jika harus mencantumkan nama ahli bahasa itu pada buku perdana hasil karya sendiri karena berbagai pertimbangan.

o Saya berkeberatan jika harus mencantumkan nama ahli bahasa itu pada buku perdana hasil karya sendiri karena berbagai pertimbangan.

2. Hindari peluluhan bunyi /c/

Contoh :

o Ia menyintai calon istri sehingga menyiptakan puisi terindah sebagai mas kawin di hari pernikahannya.

o Ia mencintai calon istri sehingga menciptakan puisi terindah sebagai mas kawin di hari pernikahannya.

3. Hindari bunyi / s /, / p /, / t /, dan / k / yang tidak luluh

Contoh :

o Tanpa mengesampingkan kodratnya sebagai perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) berusaha memromosikan, dan mensosialisasikan Undang-Undang Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

o Tanpa mengkesampingkan kodratnya sebagai perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) berusaha mempromosikan, dan menyosialisasikan Undang-Undang Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

4. Hindari pemakaian kata ambigu

Contoh :

Saya menerima uang dua puluh lima ribuan. Berapa jumlah yang tepat ?

o Saya menerima uang 25 lembar ribuan. Saya menerima uang Rp 25.000,00.

o Saya menerima uang 20 lembar lima ribuan. saya menerima uang Rp. 100.000,00.

Sumber :

Kuntarto, Ninik M. 2007. Cermat dalam Berbahasa, Teliti dalam Berpikir. Mitra Wacana Media. Jakarta. 2007

Finoza, Lamuddin.2008.Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa NonJurusan Bahasa.Jakarta : Diksi Insan Mulia.