Kamis, 17 Februari 2011

PENALARAN

Pengertian Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Metode dalam penalaran terbagi 2 yaitu :

1. 1. Penalaran Induktif

2. 2. Penalaran Deduktif

Penalaran Induktif

Penalaran Induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.

Menurut Shurter dan Pierce (dalam Shofiah, 2007 : 14) penalaran induktif adalah cara menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus.

Menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya,dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan.
Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus.

Jenis- jenis penalaran induktif :

· Generalisasi

Generalisasi adalah proses penalaran berdasarkan pengamata atas sejumlah gejala(data) yang bersifat khusus, serupa,sejenis yang disusun secara logis dan diakhiri dengan kesimpulan yang bersifat umum.

Contoh :

1. Susi Susanti adalah pemain bulu tangkis berskill tinggi

2. Alan Kusuma adalah pemain bulu tangkis berskill tinggi.

Generalisasi : Semua pemain bulu tangkis Indonesia berskill tinggi. Pernyataan “Semua pemain bulu tangkis Indonesia berskill tinggi” hanya memiliki kebenaran probabilitas karena belum pernah diselidiki kebenarannya.

Macam- macam Generalisasi :

Generalisasi sempurna/Tanpa loncatan induktif

Sebuah generalisasi bila fakta-fakta yang diberikan cukup banyak dan menyakinkan, sehingga tidak terdapat peluang untuk menyerang kembali.

Contoh:

Untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat orang Asing pada umumnya, diperlukan ratusan fenomena untuk menyimpulkannya.

Generalisasi tidak sempurna/Loncatan induktif

Generalisasi yang bersifat loncatan induktif tetap bertolak dari beberapa fakta, namun fakta yang digunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Namun fakta-fakta tersebut atau proposisi yang digunakan itu kemudian dianggap sudah mewakili seluruh persoalan yang diajukan.

Contoh:

Bila ahli-ahli filologi Eropa berdasarkan pengamatan mereka mengenai bahasa-bahasa Ido-German kemudian menarik suatu kesimpulan bahwa di dunia terdapat 3.000 bahasa.

· Analogi

Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.

Contoh:

Adelina adalah lulusan kedokteran Universitas Indonesia.

Adelina dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Fikri muchtar adalah lulusan kedokteran Universitas Indonesia.

Oleh sebab itu, Fikri Muchtar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Tujuan penalaran secara analogi adalah sebagai berikut:

1) Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.

2) Analogi dilakukan untuk menyingkapkan kekeliruan.

3) Analogi digunakan untuk menyusun klasifikasi.

· Sebab Akibat (Kausal)

Kasual adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.

Contoh :

Ketika pulang dari pasar, Ibu Aminah melihat tanah di halamannya becek, ibu langsung menyimpulkan bahwa kain jemuran di belakang rumahnya pasti basah. Dalam kasus itu penyebabnya tidak ditampilkan yaitu hari hujan.

Tujuan kausal terdapat dalam Hubungan Kausal Dapat berlangsung dalam tiga pola:

a.Sebab-akibat
Sebab akibat ini berpola A menyebabkan B. Di samping ini pola seperti ini juga dapat menyebabkan B, C, D dan seterusnya. Jadi, efek dari suatu peristiwa yang dianggap penyebab kadang-kadang lebih dari satu.
Dalam kaitannya dengan hubungan kausal ini, diperlukan kemampuan penalaran seseorang untuk mendapatkan simpulan penalaran. Hal ini akan terlihat pada suatu penyebab yang tidak jelas terhadap suatu akibat yang nyata.

b.Akibat-sebab
Akibat sebab ini dapat kita lihat pada peristiwa seseorang yang pergi ke dokter. Ke dokter merupakan akibat dan sakit merupakan sebab. Jadi hampir mirip dengan entimen. Akan tetapi dalam penalaran jenis akibat sebab ini, Peristiwa sebab merupakan simpulan.

c.Akibat-akibat Akibat-akibat adalah suatu penalaran yang menyiratkan penyebabnya. Peristiwa “akibat” langsung disimpulkan pada suatu akibat yang lain.

Sumber :

http://id.google.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran

http://hari.bukuoke.com/2010/12/penalaran-induktif/

http://kodog-gila.blogspot.com/2010/03/penalaran-induktif.html

Jumat, 31 Desember 2010

KUTIPAN & DAFTAR PUSTAKA

A. KATA PENGANTAR


Pengertian

Kutipan adalah pinjaman pendapat dari seseorang atau seorang pengarang, baik berupa tulisan dalam buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulisan lainnya maupun dalam bentuk lisan.

Prinsip Mengutip

1. Karena kutipan pada hakekatnya adalah pinjaman pendapat seseorang, maka pengutip tidak melakukan perubahan, baik kata- kata yang digunakan maupun tekniknya. Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, penulis harus memberi keterangan.

2.Dalam kutipan diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwapenghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna.

Jenis Kutipan

1. Kutipan Langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli. Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya.

2. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pendapat dengan mengambil inti sarinya saja.

3. Kutipan pada catatan kaki

4. Kutipan atas ucapan lisan

5. Kutipan dalam kutipan

6. Kutipan langsung pada materi

Teknik Mengutip

  1. Kutipan langsung

· Yang tidak lebih dari empat baris :

a. kutipan diintegrasikan dengan teks

b. jarak antara baris kutipan dua spasi

c. kutipan diapit dengan tanda kutip

d. sesudah kutipan yang selesai, langsung dibelakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan diambil.

· Yang lebih dari empat baris :

a. kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi

b. jarak antara kutipan satu spasi

c. kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan

d. kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip

e. di belakang kutipan diberi sumber kutipan {seperti pada 1}

  1. Kutipan tak langsung

a. kutipan diintegrasikan dengan teks

b. jarak antara baris kutipan spasi rangkap

c. kutipan tidak diapit tanda kutip

d. sesudah selesai diberi sumber kutipan

  1. Kutipan pada catatan kaki

Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

  1. Kutipan atas ucapan lisan

Harus dilegalisir dulu oleh pembicara. Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau kutipan tak langsung.

  1. Kutipan dalam kutipan

Kadang-kadang terjadi dalam kutipan terdapat kutipan, dalam hal ini ada dua cara dalam mengutip :

a. bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda.

b. bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip tunggal, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip ganda. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

  1. Kutipan langsung pada materi

I Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga perhentian terdekat (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelasan siapa yang berbicara.

Contoh :

“Jelas,”kata Prof. Haryati, “ kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”


Sumber :

http://www.docstoc.com


B. DAFTAR PUSTAKA

Pengertian

Menurut Gorys Keraf (1997:213) daftar pustaka atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan.

Fungsi Daftar Pustaka

Bibliografi memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah,harian secara keseluruhan. Bibliografi berfungsi sebagai pelengkap dan sebuah catatan kaki.

Unsur-unsur Daftar Pustaka

  1. Nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.
  2. Judul Buku, termasuk judul tambahannya.
  3. Data publikasi:penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid, dan tebal(jumlah halaman) buku tersebut.
  4. Untuk sebuah artikel diperlukan judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.

Macam-macam Daftar Pustaka

  1. Buku-buku dasar : buku yang dipergunakan sebagai bahan orientasi umum mengenai pokok yang digarap.
  2. Buku-buku khusus : buku yang dipakai oleh penulis untuk mencari bahan-bahan yang langsung bertalian dengan pokok persoalan yang digarap.
  3. Buku-buku pelengkap : buku-buku yang topiknya lain dari yang digarap penulis.

Penyusunan Daftar Pustaka

  1. Nama pengarang diurutkan menurut alphabet, nama yang dipakai dalam urutan itu adalah nama keluarga.
  2. Bila tidak ada pengarang, maka judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alphabet.
  3. Jika untuk seseorang pengarang lebih dari satu bahan referensinya, maka untuk referensi yang kedua dan seterusnya nama pengarang tidak perlu diikut sertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketukan.
  4. jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Tetapi jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.
  5. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan.

Contoh daftar pustaka dengan seorang pengarang

Hockett, Charles F.1963. A Course in Modern Linguistics. New York : The Mac Millan Company.

Contoh daftar pustaka dengan dua atau tiga pengarang

Oliver, Robert T. and Rupert L. Cortright. 1958. New Training for Effective Speech. New York : Henry Holt and Company, Inc.


Sumber :

Wahyu, Tri R.N.2006.Bahasa Indonesia. Jakarta : Universitas Gunadarma.

Java theme creator Pro

Java theme creator pro akan mengubah tampilan telepon, mengembangkan tema sendiri, membuat tema baru dan disesuaikan. Theme creator pro adalah aplikasi telepon selular yang dikembangkan secara khusus untuk ponsel-ponsel java, serta mengelola semua tema yang akan terpasang diperangkat ponsel anda.

Beberapa keunggulan Java Theme Creator Pro :

1. Theme Creator Pro memiliki mesin pratinjau tema yang dirancang khusus yang disebut WYSIWYG yang memberikan preview tema yang sangat cepat.

2. Theme Creator Pro memiliki antarmuka pengguns ysng sangat baik.

3. Dengan tema inbuilt template Theme Creator Pro, dapat membuat tema sangat cepat dan mudah.

4. Theme Creator Promemungkinkan untuk mengambil gambar dari preview tema sehingga dapat dimasukkan ke dalam gambar favorit.

Untuk menjalankan Theme Creator Pro pada computer pribadi sebelumnya harus menginstall Microsoft Visual Basic 6.0 Run-SP5.


Sumber : www.mgmagz.com