Jumat, 08 Oktober 2010

RAGAM BAHASA

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).

Faktor yang menyebabkan timbulnya keragaman bahasa :

  • Faktor Budaya atau letak Geografis
  • Faktor Ilmu pengetahuan
  • Faktor Sejarah

Ragam bahasa dapat dibedakan berdasarkan media pengantar (teknik pengungkapan) dan situasi pemakaiannya (fungsi/ruang lingkup).

Berdasarkan media pengantar atau cara berkomunikasi menghasilkan ragam lisan dan tulis. Kedua ragam itu disebut ragam utama karena apapun ragam dan laras bahasa yang dipilih seseorang, harus diwujudkan dalam bentuk lisan atau tulis.

  • Ragam Lisan adalah bahasa yang dihasilkan dari ucapan dengan fonem sebagai unsur dasar.

Ciri- ciri ragam lisan :

    1. Unsur suprasegmental (aksen,nada,tekanan) dan paralingual (gerak-gerik tangan,mata,kepala) memberi efek terhadap komunikasi.
    2. Terikat oleh kondisi,situasi, dan waktu.
    3. Unsur-unsur dramatikal biasanya dinyatakan tidak lengkap.
    4. Adanya lawan bicara.

Contoh :

1. Ayah bilang kita harus pulang.

2. Saya tinggal di Depok.

· Ragam Tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan sebagai unsure dasar.

Ciri- cirri ragam tulisan :

1. Unsur suprasegmental dan paralingual tidak ada sehingga dalam menyusun kalimat harus lebih hati-hati dan cermat.

2. Tidak terikat oleh kondisi,situasi, dan waktu.

3. Unsur-unsur dramatikalnya dinyatakan secara lengkap.

4. Tidak harus ada lawan bicara.

Contoh :

1. Ayah mengatakan bahwa kita harus pulang.

2. Saya bertempat tinggal di Depok.

Perbedaan ragam lisan dan ragam tulis :

1. Ragam lisan menghendaki adanya lawan bicara yang siap mendengar apa yang diucapkan oleh seseorang, sedangkan ragam tulis tidak selalu memerlukan lawan bicara yang siap membaca apa yang ditulis seseorang.

2. Ragam lisan memiliki unsur-unsur fungsi sintaksis seperti subjek, predikat, objek tidak selalu dinyatakan dengan kata-kata. Unsur tersebut dinyatakan dengan isyarat gerak tubuh, mimik muka, atau langsung menunjukkan suatu ojek dengan jari tangan. Sedangkan ragam tulis memiliki fungsi sintaks harus dinyatakan secara eksplisit agar orang yang membaca suatu tulisan,misalnya surat kabar, majalah atau buku.

3. Ragam lisan terikat pada situasi, kondisi, ruang, dan waktu. Sedangkan ragam tulis tidak terikat pada situasi, kondisi, ruang dan waktu.

4. Ragam lisan makna dipengaruhi oleh tinggi rendah dan panjang pendeknya nada suara. Sedangkan ragam tulis makna ditentukan terutama oleh pemakaian tanda baca.

Ragam lisan lebih unggul dari ragam tertulis. Jika seseorang hanya menguasai salah satu ragam, kemampuan berkomunikasai seseorang tersebut belum lengkap.

Keunggulan dan kelemahan berkomunikasi secara lisan dan tulis :

1. Secara lisan contoh kegiatan berbicara, berpidato, berdiskusi, berdebat.

Keunggulan :

    • Berlangsung cepat
    • Sering berlangsung tanpa alat Bantu
    • Kesalahan dapat langsung dikoreksi
    • Dibantu dengan gerak tubuh dan mimic muka

Kelemahan :

· Tidak selalu mempunyai bukti autentik

· Dasar hokum lemah

· Sulit disajikan secara bersih

· Mudah dimanipulasi

  1. Secara tulis contoh kegiatan menulis, menulis laporan, menulis artikel, menulis makalah.

Keunngulan :

· Mempunyai bukti autentik

· Dasar hokum kuat

· Dapat disajikan bersih

· Lebih sulit dimanipulasi

Kelemahan :

· Berlangsung lambat

· Selalu memakai alat Bantu

· Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi

· Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka

Dalam berbahasa lisan didapat kesulitan ketika seseorang ditunjuk menjadi ketua panitia dalam suatu kegiatan yang menuntut dirinya harus memimpin rapat yang serius, menyampaikan kata sambutan atau berpidato. Seseorang yang menghadapi situasi seperti itu biasanya menjadi sibuk untuk bertanya dan meminta tolong untuk diajari kata-kata apa saja yang harus diucapkan dan bagaimana cara agar bahasa yang disampaikan terdengar bagus oleh audience.

Dalam berbahasa tulis didapat kesulitan ketika seseorang harus menulis surat kepada pejabat pemerintah atau kepada suatu organisasi missal menulis surat permohonan, pada saat diminta menulis makalah atau menyusun proposal.

Berdasarkan situasi pemakaianya, bahasa dapat dibagi menjadi : ragam formal, ragam semiformal, ragam nonformal.

Ragam formal digunakan dalam situasi resmi. Ragam formal atau ragam baku yaitu ragam yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk:

  1. komunikasi resmi
  2. wacana teknis
  3. pembicaraan di depan khalayak ramai
  4. pembicaraan dengan orang yang dihormati

Sedangkan ragam nonformal tidak mutlak untuk menggunakan pemakaian kata baku.

Pemakaian ragam nonformal dan ragam formal

Ragam nonformal lisan dipakai untuk :

· Berbicara sehari-hari dirumah

· Bergunjing

· Bercerita

· Mengobrol

Ragam nonformal tulis dipakai untuk :

· Menulis surat kepada kerabat

· Menulis surat kepada teman

· Menulis surat kepada pacar

· Menulis catatan harian

Ragam formal lisan digunakan untuk :

· Berceramah ilmiah

· Berpidato resmi

· Berdiskusi formal

· Berdebat resmi

Ragam formal tulis dipakai untuk :

· Menulis surat resmi

· Menulis makalah, artikel

· Menulis proposal

· Menulis laporan formal

Sumber : http://google.com

http://wikipedia.co.id

finoza, Lamuddin.2008.Komposisi Bahasa Indonesia Untuk Mahasiswa NonJurusan Bahasa.Jakarta : Diksi Insan Mulia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar